Belajar Tidak Identik dengan Buku

Guru dan Kemajuan TI

“buku adalah jendela dunia” pepatah ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah buku, meskipun buku bukanlah satu-satunya sumber informasi bagi kita. Di sekolah buku adalah sumber informasi kedua setelah guru. Ketika siswa berkeinginan untuk mendapatkan informasi lebih –tidak sekedar mengandalkan informasi dari guru- maka buku adalah sumber informasi berikutnya. Namun apa yang terjadi ketika akses tekonogi informasi (IT) semakin mudah, apakah minat baca siswa meningkat? Jawaban tegas adalah IYA!! Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh MEDIA CONVERGENCE, menunjukkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir pembaca online meningkat 30 Juta orang dan terjadi penurunan peminat terhadap koran, majalah, tabloid, televise dan radio. (wah….. kiamat kecil bagi dunia percetakan)

paperless learning, sekolah tanpa kertas menjai sebuah terobosan baruLalu apa yang harus kita lakukan sebagai seorang guru untuk menghadapi ini semua. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita sebagai guru yang merupakan produk dari kurikulum -yang boleh dikatakan- telah usang harus sesegera mungkin menyesuaikan diri agar tidak tergilas oleh system yang lambat laun akan monomerduakan orang-orang yang kurang cakap dalam bidang IT. Kita akan segera digeser oleh orang yang benar-benar telah siap dengan kondisi saat ini dan tentunya mereka lebih up-to-date dengan ilmu dan keterampilannya dibandingkan dengan kita. Mereka adalah produk dari pendidikan dengan kurikulum terbaru dan lebih sadar IPTEK.

Guru, informasi, Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Happy Paperless located at Banjarnegara , Jawa Tengah, Indonesia . Reviewed by 28 customers rated: 1 / 5



Rumus-Excel.Com
Kunjungi rumus-excel.com untuk belajar excel. Anda juga dapat menyumbangkan artikelnya ke kami untuk kita publish