Belajar Tidak Identik dengan Buku

Metamorfose Merupakan Contoh Pendidikan Berkarakter Dari Tuhan Melalui Alam

Disore hari, matahari menawarkan cahayanya yang penuh kasih sayang. Dari kejauhan terlihat seekor semut nampak sedang asik berbincang bersama belalang dan lebah. Dari arah utara nampak seekor ulat datang menghampirinya, pelan namun pasti. Sesampainya ulat di majelis (cie…. kearab-araban nih) yang dikomandoi oleh semut ternyata pembicaraan tiba-tiba berubah menjadi bisu. Tanpa rasa curiga apapun (meskipun ulat sebenarnya paling sensitif lho) si ulat mengawali pembicaraan dengan kata-kata sapaan. “bagaimana kabarmu semua wahai temanku.. sahabatku…” kata ulat sambil melemparkan sedikit senyuman khasnya. ” syukur alhamdulillah … keadaan kami semua baik semua. bagaimana juga kabarmu hari ini wahai sahabatku” ucap si lebah dengan suaranya yang rendah dan penuh kebijaksanaan. “alhamdulillah, sama kabarku baik juga”. “kelihatannya tadi kalian sedang terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, boleh ngga’ aku ikutan crita nih?” sambung si ulat. Dengan logat Medannya semut menjawab “wah boleh kali lah”. “gini teman sebenarnya kita-kita ini tadi lagi membicarakan kamu” sambung belalang. “nggosipin aku?? gosip apaan nih?” jawab ulat sambil penasaran yang dapat terbaca melalui raut mukanya.


Semut menjawab tanpa basa-basi, “menurut kabar, rata-rata manusia itu sangat tidak suka sama kamu..”. “Oohhh… itu to, kalau masalah itu aku sebenarnya sudah tau. makanya aku milih jalan-jalan sore aja (wah kok ga nyambung yah.)” jawab ulat. Lalu ulat menyambung kata-katanya lagi ” sebenarnya manusia banyak yang tidak suka sama aku karena tiga hal.

  • orang tidak suka dengan cara jalanku, jalanku lambat dan penuh lenggak-lengok di punggung. Mereka geli dan ngeri denagn cara jalanku.
  • mereka banyak tidak suka dengan bulu-bulu yang aku miliki karena buluku mengandung racun,kalo orang terkena buluku, mereka akan gatal-gatal.
  • para petani membenci aku karena aku selalu menghabiskan daun-daun dari tanaman mereka sehingga mereka menganggapku sebagai hama.

 

aku kira tiga hal itu yang aku temukan dalam perenunganku semalam”.

“Terus apa yang akan kamu lakukan untuk membersihkan namamu wahai ulat saudaraku” tanya lebah. “pertanyaan yang cukup bagus temanku” jawab ulat. kemudian ulat menyambungnya lagi “yang jelas aku iri sama kamu, hai lebah. bahkan Allah telah mengabadikan namamu di kitabNYA”.” menurut riwayat kamu adalah binatang yang mulia karena dimanapun kamu berada kamu tidak pernah berbuat kerusakan. kamu hanya memakan makanan yang baik, dan banyak membawa manfaat bagi manusia, karena kamu mampu membantu penyerbukan tumbuhan sehingga hasil panen petani dapat melimpah. selain itu kamu juga menghasilkan cairan yang mampu menyehatkan badan dan menyembuhkan berbagai penyakit”. “lalu….” jawab belalang. “mulai nanti malam aku akan mengasingkan diri dulu” jawab ulat. “unutk berapa lama….?” jawab belalang lagi. “entahlah… mungkin nanti kalau sudah merasa cukup aku akan keluar dari pengasinganku, dan kalianpun bisa melihat tempat pengasinganku nanti, tapi tolong jangan ganggu privasi saya (emang iklan…)”


Akhirnya siulat menepati ucapannya. Dia mengasingkan diri dalam kepompong. Belalang dan semut kurang yakin dengan ucapan ulat, setiap hari, semut dan belalang mengawasi ulat dengan sistem gantian setiap 4 jam. Namun si lebah yang cukup bijak hanya menjenguk sesekali saja karena ia yakin ulat akan berhasil.

derrrrrtttttttttttt……..
singkat cerita aja nih…..

di waktu fajar saat semut dan belalang sedang bergantian tempat untuk jaga, tiba-tiba kepompong si ulat bergerak-gerak, terlihat sesosok makhluk yang bersayap berwarna coklat keluar dari kepompong. mereka berdua terkejut, dan mereka saling bertanya dalam hati, siapa ya.. yang keluar dari kepompong ulat?. tiba-tiba hewan itu mendekati mereka. “hai teman-temanku apa kabar kalian semua, lagi ngapain nih sepagi ini udah disini, apa kalian lagi nengok saya ya?” ucap kupu-kupu. “alhamdulillah kami baik semua, memang kami selalu bergantian untuk menjaga kepompong ulat temanku tapi kenapa yang keluar dari kepompong malah kamu. kamu ini siapa?” ucap si semut. “aku adalah temanmu, dulu aku adalah ulat tapi sekarang aku udah berubah, tidak secara fisik saja tapi secara maknawi aku juga berubah.” jawab kupu-kupu. Kemudian ia menyambungnya kembali

  • dulu banyak orang tidak suka aku karena jalanku yang menggelikan tapi sekarang aku bisa terbang kemana saja yang aku mau dengan cepat
  • dulu banyak orang tidak suka karena aku memiliki bulu yang beracun tapi sekarang aku udah menggantinya dengan sayap yang berwarna-warni
  • dulu para petani banyak membenci aku karena aku selalu menghabiskan daun-daun dari tanaman mereka tapi sekarang aku tidak makan daun tapi makan sari madu bunganya. Selain itu aku juga akan menebus kesalahnku dulu dengan cara membantu penyerbukan dari tanaman yang dibudidayakan petani

 

nah begitulah cerita singkatnya. perubahan ulat menjadi kupu-kupu sebenarnya melalui proses yang tidak ringan yaitu proses perenungan diri dalam kepompong, sebuah ruangan yang sempit, gelap, pengap, dan harus berpuasa karena tidak ada makanan apapun didalamnya.

Info : software SMS Quiz Manajemen Tes Siswa menggunakan SMS

[contoh pendidikan (28)] [contoh pendidikan berkarakter (24)]

alam, karakter, kepompong, kupu, metamorfose, muhasabah, Pendidikan, ramadhan, ulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Happy Paperless located at Banjarnegara , Jawa Tengah, Indonesia . Reviewed by 28 customers rated: 1 / 5



Rumus-Excel.Com
Kunjungi rumus-excel.com untuk belajar excel. Anda juga dapat menyumbangkan artikelnya ke kami untuk kita publish