Belajar Tidak Identik dengan Buku

Kiat Untuk Sukses Menghadapi UAN

Pendidikan berkarakter, kayaknya lagi ngetren nih…..
Dalam rangka menghadapi UN, sekolah ditempat kami sudah memulai pelajaran tambahan untuk siswa kelas XII. hmmmmm… jadi pengin ngangkat tulisan yang pernah aku tulis di pakhermawan.com pada bulan Pebruari 2010 lalu. Langsung aja yah, berikut tulisan yang telah saya hapus dari server tapi untungnya di localhost masih aku simpan.

Teringat dengan sebuah iklan televisi bahwa, UJIAN HARUS JUJUR. Sebagai seorang guru, kejujuran bukan menjadi hal yang aneh lagi karena 1 dari 3 aspek penilaian siswa adalah aspek afektif. Aspek afektif disini sudah barang tentu berisi penilaian terhadap sikap siswa, salah satunya adalah kejujuran. Saat ini kejujuran sangat langka kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena pada hakikatnya semua orang ingin dirinya selamat. Tapi taukah anda penyelamatan diri dengan berlaku tidak jujur adalah penyelamatan yang salah, bukan jiwa kesatria. Sepahit apapun hadapilah dengan jiwa kesatria. Pergantian gagal dan sukses adalah wajib dalam sebuah kehidupan, sama halnya kewajiban alam untuk memutar siang dan malam. Yang terpenting kita tidak boleh menyerah sebelum berperang, takut dengan bayangan adalah sia-sia belaka.

Ujian Nasional atau UN bukanlah ancaman bagi siswa, sekolah, maupun orang tua/wali akan tetapi sebuah tantangan bersama (stakeholder) yang harus dihadapi. Perlu dilakukan upaya cerdas dari pihak kita (sekolah) untuk menghantarkan siswa menyambut UN, sehingga nantinya akan didapatkan siapakah juara sejatinya. Juara otak/pikiran dan juara hati

Ironis memang ketika kita disuguhi kenyataan bahwa anak yang kategorinya baik, tidak banyak tingkah malah justru kalah bersaing dengan anak-anak yang memiliki perilaku kurang baik di sekolah. Terkadang hal ini semakin diperparah dengan pernyataan beberapa orang guru yang mengatakan bahwa si A terlalu jujur, tidak mau meminta jawaban dari teman, walhasil dia tidak lulus. Lagi-lagi kejujuran diperslahkan. Saya rasa perlu ditelusuri dimana sebenarnya letak kesalahan itu, sehingga nantinya diharapkan siswa dalam satu sekolah dapat lulus 100% dengan tidak mengkambinghitamkan kejujuran

Berikut ini ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi kelulusan dari anak didik kita:

  • Psikologis.

Faktor ini menempati posisi pertama. sehingga anak-anak perlu kita kawal sisi batiniah mereka. Pendampingan Psikologis anak dapat dilakukan dengan cara mengadakan istighosah bersama, mengundang motivator, dan lebih memberdayakan BP/BK. Apakah anak-anak yang spesial tadi memiliki faktor psikologis yang jauh lebih baik, jawabnya tidak juga, hanya saja kebanyakan anak dengan kategori spesial tadi biasanya tidak menjadikan UN sebagai suatu beban serius, lulus tidak lulus bagi mereka bukan maslah. Lain halnya dengan anak yang rajin terlebih bagi anak-anak yang masih kental dengan aroma anak maminya, biasanya lebih takut seandainya nanti tidak lulus UN. Nah beban pikiran dan batiniah inilah yang kami sinyalir merupakan faktor terbesar menyumbang ketidaklulusan dari anak didik kita. Pikiran mereka lebih disibukan dengan nasibnya nanti dari pada memanfatkan pikiran mereka untuk menajamkan pikiran mereka. Kalau boleh menghungkan dengan agama, Tuhan saja sudah mengingatkan bahwa Aku menurut prasangka hamba-Ku. seharusnya kita sadari untuk segera mengembalikan kepercayaan siswa, tidak perlu ada yang harus ditakuti selain ketakutan itu sendiri. Sesungguhnya ketakutan itu merupakan separoh dari kegagalan

  • Porsi jam belajar.
    Terkadang siswa terlupa bahwa jam belajarpun harus dimanajemen dengan baik. Jangan sampai kesibukan mereka belajar melupakan mereka untuk menjaga kesehatannya. Ingatkan mereka untuk menyempatkan diri mencari keringat dengan cara berolah raga.
  • Tetap untuk bersosialisasi.
    Dengan bersosialisasi, bertemu teman sebaya dapat menghilangkan kejenuhan mereka. Bertemu teman, tertawa bersama dapat mengendorkan syaraf-syaraf mereka, sehingga kejenuhan pikiran mereka dapat terendapkan.
  • Berdoa, minta restu orang tua dan guru.
    Dan ini adalah senjata pamungkas. Dengan berserah diri (melalui harapan doanya setelah dia maksimal belajar) dan restu orang tua serta guru dipercaya dapat membangkitkan semangat dan memberikan energi positif bagi anak didik kita.
  • Selanjutnya buat anak-anakku sekalian, selamat berjuang semoga berhasil.

    Kiat Untuk Sukses Menghadapi UAN

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Happy Paperless located at Banjarnegara , Jawa Tengah, Indonesia . Reviewed by 28 customers rated: 1 / 5



    Rumus-Excel.Com
    Kunjungi rumus-excel.com untuk belajar excel. Anda juga dapat menyumbangkan artikelnya ke kami untuk kita publish