Belajar Tidak Identik dengan Buku

Apakabar Wahai Sang Waktu

Akhir-akhir ini saya selalu bermasalah dengan yang namanya waktu. Sebagai salah satu dari dua staff QMR (Quality Management Representative) pekerjaan yang harus saya selesaikan cukup banyak tiap harinya. Pekerjaan yang cukup melelahkan, yaitu mencoba mengkawal sistem yang berjalan disekolah agar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan bersama. Kami bertiga (QMR dan 2 orang staff) harus dapat memastikan bahwa SMM ISO 9001:2008 dapat berjalan baik.

Saya sering dengan terpaksa menjadi manusia super yang dapat merampungkan pekerjaan hanya dalam waktu semaleman saja. Kondisi seperti ini sebenarnya tidaklah nyaman bagiku. Hidupku selalu dibayang-bayangi dengan waktu dan jatuh tempo.

Dalam mengerjakan tugas-tugas baik yang berakitan dengan sekolah maupun yang lainnya, saya selalu mengikuti skala prioritas sebagai berikut ;

  1. Urusan penting dan mendesak
  2. Urusan yang tidak penting tapi mendesak
  3. Urusan yang penting tapi tidak mendesak
  4. Urusan yang tidak penting juga tidak mendesak

Ideal banget kelihatannya. Dalam kenyataan sering kali prioritas ke-4 malah jadi pertama, terutama ketika saya menemukan sesuatu yang mengasikan. Sebagai contoh ketika saya memiliki sebuah ide yang berkaitan dengan pembelajaran kimia entah berbasis web, j2me, video pembelajaran kimia, ataupun membuat media yang berbasis excel dan powerpoint,  pekerjaan utama malah tidak tersentuh sama sekali. Keinginan pribadi untuk segera menuangkan ide kadang tak mampu saya bendung. Saya sadar bahwa sifat seperti ini kalau tidak dikendalikan secara baik akan menjadi senjata pembunuh yang cukup ampuh. Tapi ketika sifat ini dapat dikelola dengan baik maka akan menjadi super power yang dapat menunjukkan siapa diri saya sebenarnya.

Terkadang saya berpikir kalau saja waktu sehari bukanlah 24 jam tetapi 48 jam atau berapalah yang penting lebih dari itu mungkin semua pekerjaan akan selesai sesuai dengan rencana. Tapi semua itu tidaklah mungin. Yang paling mungkin adalah saya harus berani mengambil sikap bahwa urusan pengembangan diri bukan yang utama akan tetapi pelayanan publik harus yang diutamakan. Saya harus benar-benar menananmkan prinsip bahwa ketika saya mengutamakan pelayanan publik pasti akan ada energi positif yang kembali padaku.

manajemen waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Happy Paperless located at Banjarnegara , Jawa Tengah, Indonesia . Reviewed by 28 customers rated: 1 / 5



Rumus-Excel.Com
Kunjungi rumus-excel.com untuk belajar excel. Anda juga dapat menyumbangkan artikelnya ke kami untuk kita publish