Belajar Tidak Identik dengan Buku

Terpaksa Nogomong Jujur Lagi

Sungguh sangat menyedihkan, disaat kita dituntut untuk melaksanakan pendidikan berkarakter ternyata masih ada kabar berita tentang praktik ketidakjujuran, kekerasan, pelecehan seks didunia pendidikan dan lain sebagainya. Kasus terbaru yang masih hangat diperbincangkan adalah contek masal Ujian Nasiobal siswa-siswi Sekolah Dasar di Surabaya.

Kasus heboh ini mengundang perhatian khusus menteri Pendidikan Nasional M. Nuh. Menurut M. Nuh, “pola jawaban tidak identik maka tidak ada contek massal.”. Selain itu menurut M. Nuh, nilai yang diperoleh pun tidak sama  sehingga tidak perlu dilakukan Ujian Ulang.

Teringat dengan pelaksanaan Try Out Ujian Nasional ditempat kami yang juga dilaksanakan dalam 3 hari berturut-turut. Briefing hari pertama pelaksanaan Try Out, Asep Yogaswara selaku WKS kurikulum menyampaikan kepada Bapak/Ibu Guru pengawas -pengawasan internal- dimohon untuk mengawasi siswa dengan sebaik-baiknya sehingga Try Out ini dapat memberikan gambaran kepada siswa mengenai Ujian Nasional yang sesungguhnya. Menurutnya juga, pelaksanan Try Out ini dapat dijadikan sebagai bekal latihan Bapak/Ibu Guru sebelum menjalankan tugasnya sebagai pengawas silang Ujian Nasional nanti.

Kami berusaha untuk menciptakan susasna yang semirip mungkin dengan pelaksanaan Ujian Nasional. Meski siswa sudah diingatkan untuk serius dan percaya pada diri sendiri selama Try Out, namun praktik kecurangan pun tetap dilaksanakan oleh siswa dengan berbagai cara. Satu hal yang cukup mengejutkan adalah pernyataan dari siswa saat diluar ruangan setelah selesai mengerjakan soal Try Out. Dengan nada sedikit menggoda teman yang masih mengerjakan soal Try Out, tiba-tiba ada salah satu siswa yang mengatakan “Sekarang sudah tidak zamanya membaca soal… tapi membaca SMS.” Wow… itu salah satu teknik yang luput dari pengawasan kami.

Tanpa harus disuruh untuk berbuat curang (mencontek) ternyata siswa telah menyiapkan strategi khusus untuk mendapatkan jawaban. Pada hari kedua pelaksanaan Try Out saya sempat menyita HP salah satu siswa. Setelah kami periksa, ternyata isi SMSnya adalah permintaan jawaban dari siswa yang berada diruang sebelah. Jawaban yang ia dapatkan telah di forward (kirim ulang) kebeberapa nomer yang lain.

Wah… ternyata Try Out pun telah dijadikan siswa seabgai ajang latihan teknik mencontek……

Ujian Nasional bagi siswa merupakan monster yang cukup menakutkan. Banyak anak – anak yang jiwanya tertekan gara-gara Ujian Nasional. Ketakutan akan kegagalan menempuh Ujian Nasional telah memaksa anak keluar dari habitat yang baik. Disadari atau tidak sistem Ujian Nasional ternyata telah menyuburkan praktik kecurangan yang seharusnya tidak boleh terjadi didunia pendidikan. Saya rasa tak ada satu pun mata pelajaran disekolah yang mengajari anak untuk berbuat curang.

Untuk kelulusan tahun ini ditentukan oleh gabungan nilai UN dan Nilai Sekolah, dimana nilai sekolah variabelnya terdiri dari nilai Ujian Sekolah dan olahan nilai semester. Meski peraturan sudah sedikit melunak akan tetapi masih ada sekolah yang takut jika nantinya banyak siswanya yang tidak lulus, sebab sekolahan tersebut masih menerapkan Nilai KKM yang rendah. Karena Nilai KKM rendah akhirnya pihak sekolah menempuh jalur untuk bermain pada nilai Ujian Sekolah. Ini akan terkesan aneh ketika kami dapatkan ada siswa dengan nilai raport masih rendah akan tetapi nilai Ujian Sekolahnya sangat tinggi. Alhamdulillahnya sekolah kami sudah menerapkan KKM yang cukup tinggi yaitu 7,5.

Banyak sekolah masih mematok nilai KKM yang rendah, yang disebabkan kemampuan dasar anak dan daya dukung yang dimiliki sebuah sekolah masih kurang. Yang saya khawatirkan kedepanya adalah, nilai KKM tidak lagi dimaknai sebagai sebuah standar nilai yang harus diperoleh siswa melalui sebuah proses pembelajaran ketuntasan akan tapi berorientasi pada penyelamatan siswa.

Info : software SMS Quiz Manajemen Tes Siswa menggunakan SMS

[artikel menyontek adalah kebiasaan buruk (237)] [kebiasaan buruk siswa (40)]

Jujur, M. Nuh, mentri pendidikan, Nyontek massal, Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Happy Paperless located at Banjarnegara , Jawa Tengah, Indonesia . Reviewed by 28 customers rated: 1 / 5



Rumus-Excel.Com
Kunjungi rumus-excel.com untuk belajar excel. Anda juga dapat menyumbangkan artikelnya ke kami untuk kita publish